"Springkler mudah diperoleh dengan harga berkisar Rp30 ribu sampai Rp100 ribu per unit. Sedangkan jumlah alat yang dipasang tergantung dari luas lahan yang akan dihijaukan," katanya di Padang, Minggu.
Menurut dia, yang paling utama adalah puncak tertinggi di lahan itu sendiri, sehingga air akan turun ke arah lereng dan kemudian menyebabkan tanah menjadi lembab dan tanaman mudah tumbuh.
Syarat utama untuk melakukan hujan buatan ini adalah dengan memanfaatkan tekanan air. Untuk itu harus dicari sumber air minimal dengan ketinggian 20 meter dari lokasi.
"Jumlah alat penyemprot yang dipasang tergantung dari luas lahan yang akan diberi hujan buatan. Untuk tanaman yang agak jauh dari siraman air dapat dibantu dengan irigasi gondok, yakni air dalam kantong plastik yang merendam sebagian batang tanaman agar tidak layu sebelum akarnya berkembang," katanya.
Sedangkan untuk memperoleh bahan-bahan dibutuhkan dapat dengan memanfaatkan limbah plastik atau dapat dibeli dengan harga kiloan seperti paralon atau selang plastik berbagai ukuran.
Salah satu lokasi tempat hujan buatan itu adalah di Kelurahan Balai Gadang, tepatnya di kawasan Bukit Paninjauan, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Proses pemasangan peralatan yang telah dilakukan sejak Juli 2008 menggunakan empat unit springkler dan kemudian dikembangkan sampai menjadi lima titik. Sekarang lahan tersebut sudah hijau oleh pohon-pohon karet dan coklat yang sudah mulai berproduksi.
"Dampak dari kegiatan ini, mulai muncul di sekitarnya lahan-lahan produktif lain," katanya.
Untuk memperbaiki dan mengembangkan blog ini menjadi lebih baik, mari bersama - sama kita bangun, caranya? Apabila kamu menemukan link yang mati/sudah tidak berfungsi atau gambar yang sudah tidak muncul/expire, silahkan hubungi kami disini. Laporan anda sangat berpengaruh pada perkembangan blog ini.Tanks atas perhatiannya
GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel yang terbaru
Dari Kami langsung ke email anda!
Dari Kami langsung ke email anda!

0 komentar:
Posting Komentar